Categories UMKM

Cara Membuat PIRT Online: Langkah Praktis yang Bikin Usaha Rumahan Naik Level

MGT Logistik – Kalau kamu sedang merintis usaha makanan rumahan dan ingin bisnismu makin dipercaya, pasti kamu sudah pernah mendengar tentang cara membuat PIRT online. Sertifikat PIRT adalah salah satu syarat penting untuk memperluas jangkauan penjualan, terutama kalau kamu ingin produkmu masuk ke marketplace besar, toko ritel, atau mengikuti event yang mewajibkan produk memiliki izin edar. Tapi, banyak pelaku UMKM ragu memulai karena mengira prosesnya ribet, makan waktu, atau terlalu teknis.

Padahal, jika dipahami dengan benar, mengurus PIRT sekarang jauh lebih mudah karena sudah bisa dilakukan secara digital. Kamu tidak perlu lagi menghabiskan waktu antre di kantor dinas. Cukup siapkan beberapa dokumen, pahami alurnya, lalu jalankan prosesnya secara bertahap. Artikel ini akan membahas cara membuat PIRT online dengan bahasa yang hangat dan mudah dipahami, sehingga kamu bisa mengikuti setiap langkah tanpa kebingungan. Kita akan mengulas dari dasar, alasan pentingnya PIRT, proses pendaftarannya, sampai hal-hal yang perlu diperhatikan setelah izin terbit.

Melalui pembahasan yang lebih mendalam ini, kamu akan menemukan bahwa prosesnya bukan hanya sekadar formalitas, tetapi sekaligus menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas produksi, memperkuat fondasi bisnis, dan membangun kepercayaan konsumen. Jadi, mari kita mulai menjelajahi hal-hal penting tentang PIRT yang akan membawa usahamu ke level berikutnya.

Mengapa PIRT Begitu Penting untuk Usaha Makanan?

cara membuat pirt online

Mengurus PIRT bukan hanya soal mematuhi aturan pemerintah, tetapi juga investasi jangka panjang dalam reputasi bisnis. Banyak pelaku usaha yang awalnya hanya berjualan untuk lingkungan kecil, kemudian berkembang pesat setelah memiliki izin PIRT. Salah satu alasannya adalah sertifikat ini menunjukkan bahwa produk makanan yang kamu buat sudah melalui pengecekan mengenai keamanan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi oleh instansi berwenang.

Selain itu, memiliki PIRT memberikan manfaat praktis bagi operasional bisnis. Ketika kamu ingin memperluas jangkauan pemasaran, misalnya ke supermarket lokal atau marketplace besar, mereka biasanya mensyaratkan produk makanan memiliki izin edar resmi. Dengan kata lain, PIRT menjadi tiket masuk ke pasar yang lebih luas. Konsumen juga akan lebih percaya produk yang telah memiliki izin, karena itu membuktikan bahwa kamu memproduksi makanan dengan standar yang baik.

Di sisi lain, proses pengurusan PIRT sendiri memberikan pengalaman penting bagi para pemilik usaha. Kamu bukan hanya mengumpulkan dokumen, tetapi juga belajar mengenai cara produksi pangan yang baik, pengemasan, sanitasi, proses penyimpanan, hingga manajemen risiko. Banyak pelaku UMKM yang mengaku kualitas produksinya meningkat setelah mengikuti penyuluhan wajib dari dinas kesehatan. Jadi, mengurus PIRT bukan hanya tentang memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan profesionalitas usahamu.

Memahami Dasar PIRT Sebelum Memulai Proses Pendaftaran

Sebelum membahas cara membuat PIRT online, ada baiknya kamu memahami apa sebenarnya PIRT dan jenis produk apa saja yang bisa mengurusnya. PIRT atau Produk Industri Rumah Tangga adalah izin edar untuk makanan dan minuman yang diproduksi oleh usaha skala kecil. Izin ini diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan berlaku selama lima tahun, setelah itu bisa diperpanjang.

Tidak semua jenis makanan bisa didaftarkan melalui PIRT. Produk yang masuk kategori risiko rendah dan menengah seperti keripik, sambal kemasan, kue kering, minuman serbuk, jamu, madu, dan makanan beku tertentu masih bisa diurus melalui PIRT. Sementara itu, makanan berisiko tinggi seperti susu pasteurisasi, makanan kaleng, makanan yang mengandung daging olahan tertentu, atau produk dengan teknik produksi kompleks harus mengurus izin BPOM.

Memahami kategori ini penting supaya kamu tidak salah langkah. Banyak UMKM yang semangat mengurus izin, tetapi ternyata produknya masuk kategori yang harus melalui BPOM. Kamu bisa mengecek daftar produk PIRT di situs resmi dinas kesehatan daerah atau menanyakan langsung kepada petugas sebelum memulai pendaftaran. Dengan memahami dasar ini, kamu bisa mempersiapkan berkas dan langkah selanjutnya dengan lebih percaya diri.

Langkah-Langkah Cara Membuat PIRT Online

1. Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Sebelum mengakses sistem pendaftaran, kamu perlu menyiapkan beberapa dokumen dasar. Biasanya dokumen yang diminta meliputi KTP, foto tempat produksi, denah lokasi usaha, foto label produk, daftar alat produksi, dan daftar bahan baku. Jika kamu sudah memiliki NIB atau Nomor Induk Berusaha, itu juga harus dilampirkan. Di tahap ini, pastikan semua file dalam format yang mudah diunggah seperti JPG atau PDF.

Menyiapkan dokumen sejak awal akan mempercepat proses pendaftaran. Banyak pelaku UMKM yang terkendala karena harus bolak-balik menyiapkan dokumen, sehingga alur pendaftaran jadi lebih lama dari yang seharusnya. Untuk foto tempat produksi, kamu cukup menunjukkan ruang yang digunakan untuk memasak, mencampur bahan, mengemas, dan menyimpan produk. Tidak perlu lokasi yang besar, yang penting bersih, tertata, dan memenuhi standar sanitasi.

2. Daftar Melalui Sistem OSS atau Dinkes Daerah

Saat ini, cara membuat PIRT online biasanya dimulai dari sistem OSS (Online Single Submission). Kamu bisa masuk ke situs OSS dan membuat akun dengan mengisi data pribadi serta data usaha. Setelah itu, kamu dapat memilih jenis izin yang ingin diajukan dan mengikuti langkah yang tersedia. Beberapa daerah juga menyediakan portal khusus Dinas Kesehatan untuk pendaftaran PIRT, tergantung lokasi usahamu.

Setelah memilih pengurusan PIRT, kamu akan diminta mengunggah berkas dan mengisi formulir yang berisi informasi produk, jenis kemasan, proses produksi, dan kapasitas produksi. Isilah dengan jujur dan apa adanya. Pemerintah tidak mencari angka besar atau aktifitas usaha yang rumit, mereka hanya ingin memastikan bahwa proses produksi yang kamu jalankan aman dan bisa dipertanggungjawabkan.

3. Mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan

Salah satu syarat utama dalam cara membuat PIRT online adalah mengikuti penyuluhan atau pelatihan keamanan pangan. Penyuluhan ini biasanya dilakukan secara berkala oleh Dinas Kesehatan. Kadang dilaksanakan online melalui Zoom, kadang dilakukan tatap muka sesuai kebijakan daerah. Pelatihan ini bukan formalitas, melainkan sesi penting yang akan membantumu memahami standar produksi pangan yang benar.

Dalam penyuluhan, kamu akan belajar mengenai sanitasi, penyimpanan bahan baku, pengemasan yang aman, cara menjaga kebersihan alat dan tempat, dan langkah-langkah yang perlu dilakukan jika terjadi kontaminasi. Kamu juga akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana menata alur produksi agar bahan mentah dan bahan matang tidak bercampur. Pelatihan ini biasanya berlangsung beberapa jam dan cukup menyenangkan karena banyak peserta UMKM yang juga berbagi pengalaman.

4. Survei atau Verifikasi Tempat Produksi

Setelah mengikuti penyuluhan, petugas dari Dinas Kesehatan mungkin akan melakukan pengecekan lokasi produksi. Tidak semua daerah melakukan survei untuk produk tertentu, tetapi banyak dinas yang tetap menerapkannya untuk memastikan standar keamanan terpenuhi. Kamu tidak perlu merasa khawatir karena inspeksi ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan bahwa usaha kamu layak mendapatkan izin.

Di tahap ini, pastikan tempat produksi bersih, alat tertata, bahan baku disimpan dengan baik, dan alur produksi bisa dilihat dengan jelas. Petugas biasanya memberikan saran ringan jika ada yang perlu diperbaiki. Proses ini bermanfaat karena membuat kamu mengetahui standar produksi yang lebih baik untuk jangka panjang.

5. Penerbitan Sertifikat PIRT

Setelah semua persyaratan terpenuhi, izin PIRT akan diterbitkan dan diberikan dalam bentuk file atau dokumen fisik. Sertifikat ini memuat nomor izin, jenis produk, nama usaha, dan masa berlaku. Kamu bisa mencetaknya sendiri atau menunggu salinan resmi dari dinas. Setelah izin keluar, kamu bisa mencantumkan nomor PIRT pada label kemasan, sehingga produkmu terlihat lebih profesional dan terpercaya.

Memiliki nomor PIRT juga akan mempermudah kamu menjalin kerja sama dengan toko atau distributor. Banyak pelaku UMKM yang mengaku bahwa setelah mencantumkan nomor PIRT, produk mereka lebih mudah diterima oleh pasar yang lebih besar.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Saat Mengurus PIRT

Meski prosesnya sudah digital, ada beberapa kendala umum yang sering dialami pelaku UKM. Salah satunya adalah label produk yang tidak memenuhi standar. Label harus berisi nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, alamat produksi, dan nomor PIRT setelah diterbitkan. Tanpa informasi ini, dinas kesehatan biasanya meminta revisi.

Kesalahan kedua adalah tempat produksi yang tidak memenuhi standar dasar kebersihan. Tempat produksi tidak harus besar atau mewah, tetapi harus bebas dari barang tak relevan, hewan peliharaan, dan memiliki ventilasi yang memadai. Kamu juga perlu memisahkan peralatan masak pribadi dengan alat produksi agar tidak terjadi kontaminasi.

Kesalahan ketiga adalah mengajukan jenis produk yang seharusnya mengurus izin BPOM, bukan PIRT. Karena itu, penting memahami kategori produk sejak awal agar tidak membuang waktu dalam proses pendaftaran.

Bagaimana Meningkatkan Kualitas Produksi Setelah Memiliki PIRT

Setelah izin keluar, tugasmu bukan selesai. Justru ini saatnya kamu meningkatkan standar produksi agar sesuai dengan skala usaha yang makin besar. Konsistensi kualitas adalah kunci. Pelanggan cenderung bertahan pada produk yang rasanya stabil, kemasannya rapi, dan memiliki harga yang sepadan dengan kualitas.

Kamu bisa mulai dari memperbaiki SOP internal, seperti cara mencuci bahan baku, penggunaan sarung tangan, penyimpanan bumbu, hingga pengelolaan stok. Banyak UMKM yang setelah mengurus PIRT akhirnya menyadari bahwa mereka perlu memperbaiki manajemen produksi agar lebih efisien.

Jika kamu ingin lebih maju, pertimbangkan untuk menggunakan alat bantu produksi yang lebih modern. Misalnya sealer otomatis, mixer kapasitas besar, atau freezer khusus. Alat-alat ini akan membantu mempercepat proses produksi tanpa mengorbankan kualitas.

Penutup

Melalui proses yang panjang dan penuh pembelajaran ini, kamu mungkin sudah memahami bahwa cara membuat PIRT online sebenarnya tidak sesulit bayangan. Justru prosesnya memberikan banyak manfaat tambahan, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga pengetahuan tentang standar keamanan makanan. Jika kamu menjalani setiap tahapnya dengan sabar, usahamu akan semakin siap berkembang ke level yang lebih besar.

Jika kamu punya pengalaman menarik dalam mengurus PIRT atau sedang berencana memulai prosesnya, kamu bisa berbagi cerita atau bertanya melalui kolom komentar. Diskusi semacam ini akan membantu banyak pelaku UMKM lain yang sedang menapaki perjalanan yang sama. Karena pada akhirnya, dunia usaha tumbuh lebih kuat ketika kita saling mendukung dan berbagi pengetahuan.

Written By

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like