Cara Mendapatkan Modal Usaha

Cara Mendapatkan Modal Usaha

mgt-logistik.com – Cara Mendapatkan Modal Usaha – Membuat bisnis sendiri adalah hal yang penuh dengan tantangan dalam pelaksanaan diawalnya. Banyak faktor yang mempengaruhi berjalannya bisnis sejak awal, salah satunya adalah kecukupan modal usaha yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sering menjadi polemik di masyarakat, bahwa modal usaha itu harus besar diawal. Padahal hal ini relatif, atau tergantung dengan jenis usaha yang dibuat. Mulailah usaha yang sesuai dengan kemampuan modal yang dimiliki. Memang dengan modal yang terbatas, akan menjadi terbatas pula dalam kemampuan inovasi bisnis yang dijalankan.

Nah, terlepas dari besar kecilnya modal yang dibutuhkan dalam membuat usaha yang baru, ternyata masih banyak juga orang yang perlu dibantu dalam melihat opsi apa saja yang bisa dipilih dalam mendapatkan modal. Berikut beberapa cara yang dapat dijadikan opsi dalam mendapatkan modal usaha yang ingin dibangun.

1. Memakai Dana Tabungan

Salah satu cara paling mudah untuk memperoleh modal usaha adalah dengan menggunakan modal sendiri dari tabungan uang dimiliki. Cara ini membutuhkan disiplin yang tinggi dalam menyisihkan sebagian pendapatan yang dimiliki saat ini untuk dijadikan tabungan modal usaha yang akan dibangun. Membutuhkan waktu dalam mengumpulkannya, namun menggunakan modal sendiri ini adalah cara yang cukup aman karena menghindari hutang diawal pendirian usaha

2. Menjual Aset Pribadi yang Dimiliki

Jika dana tabungan kurang mencukupi dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkannya, salah satu cara alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan menjual harta pribadi. Harta pribadi seperti perhiasan, kendaraan atau aset lain yang dimiliki. Dengan menggunakan harta pribadi sebagai modal awal, diperlukan kehati-hatian dalam penggunaannya. karena anda telah mempertaruhkan harta pribadi yang dimiliki.

3. Mencari Rekan Bisnis

Perlu kehati-hatian dalam memilih mitra yang tepat untuk menjadi rekan dalam menjalankan usaha bersama-sama. Sampaikan ide bisnis yang ingin dijalankan kepada rekan Anda dengan baik. Berikan informasi yang tepat akan apa yang ingin dicapai dalam usaha yang akan dibuat. Kemitraaan dapat hanya melibatkan modal usaha atau benar-benar menjadi mitra menjalankan usaha bersama-sama secara operasional. Bila benar-benar mendapatkan mitra yang sudah tepat, pastikan perjanjian kerjasama dengan jelas memuat apa yang menjadi hak dan kewajiban dari masing-masing pihak agar usaha dapat dijalankan dengan kompak.

4. Meminjam Dana dari Sumber yang Tepat

Meminjam dana juga dapat dilakukan untuk mendapatkan modal usaha. Cara ini dapat dilakukan jika Anda tetap ingin memegang utama usaha tersebut sendiri tanpa ada orang lain yang ikut serta dalam operasional usaha yang dijalankan. Namun pilihan ini resikonya cukup tinggi, karena dengan meminjam sejumlah dana kepada pihak lain harus pastikan bahwa pengembaliannya dapat sesuai dengan waktu yang disepakati. Pinjaman dana ini dapat dilakukan kepada pihak bank, P2P lending, teman,atau keluarga. Biasanya dalam pengembalian dana yang dipinjam tersebut disepakati berapa bunga pinjamannya, atau bisa juga dengan pembayaran dari bagi hasil dari keuntungan selama periode waktu tertentu.

5. Memperoleh Modal dari Pelanggan

Ada beberapa jenis usaha yang bisa memperoleh modalnya dari konsumen yang membeli produk atau layanan yang diberikan. Contoh bisnis ini seperti jasa katering. Dimana Anda dapat meminta pembayaran sebagian besar atau seluruhnya diawal pemesanan. Dengan demikian Anda telah mendapatkan modal usaha dari pelanggan yang membeli produk Anda. Tetap jaga kualitas produk yang diberikan dengan baik, agar konsumen puas dengan produk yang diberikan.

bona

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Laporan Keuangan Bagi Pemula

Fri Sep 24 , 2021
mgt-logistik.com – Laporan Keuangan Bagi Pemula – Laporan keuangan adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban yang harus diberikan oleh seorang pebisnis kepada para stakeholdernya. Secara teorinya, laporan keuangan adalah penyampaian secara terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas (PSAK No.1 tahun 2015). Merupakan ringkasan dari suatau proses pencatatan, ringkasan […]