27
Sep

FMCG adalah Bisnis yang bertumbuh di Indonesia

FMCG adalah singkatan dari Fast Moving Consumer Goods.

Yang berarti adalah produk atau barang yang cepat habis atau bergerak dengan cepat.

Istilah ini sering digunakan dalam  perusahaan dan bisnis.

Umumnya, barang-barang yang dimaksud adalah kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan minuman.

Karena cepat habis, produk-produk tersebut biasanya dijual relatif murah dan cenderung mempunyai masa berlaku yang sangat pendek.

Namun dengan sifatnya tersebut, perusahaan berbasis FMCG justru meraup keuntungan yang banyak.

Terbukti kini banyak perusahaan besar lebih memilih sistem seperti ini, sebagai patokan dalam bisnis mereka.

Keuntungan FMCG adalah

Produk-produk yang masuk dalam kategori FMCG merupakan produk yang murah, sehingga keuntungan setiap barangnya sangat kecil.

Namun karena mereka memproduksi dalam skala yang sangat besar, keuntungan yang didapatkan pun juga ikut meningkat.

Sebagai contoh untuk Anda adalah shampoo (sampo) dan soap (saun).

Jika keuntungan setiap botol shampoo hanyalah Rp 100, tetapi penjualannya ke seluruh wilayah Indonesia.

Dan penjualannya mencapai jutaan orang , maka  keuntungannya bisa mencapai milyar-an rupiah.

Memiliki Strategi Pemasaran yang baik, dalam menjalankan bisnis FMCG akan sangat mempengaruhi jumlah omzet yang dicapai.

Contoh Perusahaan dan Barang lain

Contoh perusahaan FMCG adalah termasuk Unilever, Nestle, Mayora, Orang Tua dan Indofood.

Sedangkan untuk barang lainnya yang bisa dikategorikan sebagai FCMG adalah kosmetik, perlengkapan mandi, alat cukur, pasta gigi dan lain sebagainya.

Ada juga barang elektronik yang masuk kategori tersebut, contohnya ponsel atau mobile phone.

Meski bukan barang sehari-hari, namun ponsel merupakan alat elektronik yang sering diganti oleh pemiliknya.

Peluang di Indonesia

Peluang untuk memasarkan produk-produk FCMG di Indonesia sangat besar, mesti persaingannya sangat ketat.

Di Indonesia, banyak sekali perusahaan yang menawarkan barang-barang FCMG sejenis, namun tetap laku.

Mengapa hal tersebut terjadi?

Karena masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang konsumtif.

Selain itu, peningkatan jumlah penduduk di Indonesia , akan mempengaruhi  naiknya jumlah pelanggan di FMCG.

Sebuah survei terakhir menunjukkan bahwa peluang FCMG sangatlah besar di Indonesia.

Setidaknya konsumen FCMG dari Indonesia akan menembus angka 80 juta.

Angka tersebut merupakan 1/3 dari jumlah penduduk tanah air saat ini.

Tentu saja, angka tersebut sangat besar, jika dibandingkan dengan jumlah  konsumen ASEAN bisa mencapai 40%.

Dari sudut pandang lain,FMCG adalah peluang bisnis yang sangat potensial bagi Produsen Lokal.

Produsen Lokal dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk  mengembangkan bisnisnya di bidang FMCG.

Hal ini akan membawa dampak yang positif bagi rakyat Indonesia.

Karena akan banyak membuka peluang pekerjaan dan usaha baru yang mendukung hal di atas.

Usaha baru ini ,bisa sebagai penyedia bahan baku, transportasi, gudang dan lain-lain.

Baca Artikel lain : Perdagangan Internasional Tahun 2018 akan membaik