29
Sep

Fungsi Distribusi Di Dalam Industri

Fungsi distribusi secara mudah dapat dipahami sebagai suatu kegiatan oleh perorangan ataupun sebuah korporasi untuk menyampaikan produk atau jasa tertentu kepada calon pengguna atau pelanggan mereka.

Jika kegiatan distribusi ini dilakukan sendiri oleh produsen maka sering disebut sebagai distribusi langsung. Sedangkan distribusi tidak langsung adalah di mana fungsi distribusi tersebut dilakukan oleh pihak lain yang sering juga disebut sebagai Distributor.

Peran distributor sangat penting untuk kelangsungan bisnis sebuah produsen untuk menjangkau secara luas pelanggan-pelanggan mereka hingga luar pulau bahkan sampai ke luar negeri.

Untuk lebih memahami fungsi distribusi, berikut akan kita ulas fungsi distribusi pada industri farmasi sebagai contoh penjelasan.

Baca juga: logistik artinya

Fungsi Distribusi Pada Industri Farmasi

Di industri Farmasi, kegiatan distribusi produk mereka dilakukan oleh pihak lain yang sering juga disebut sebagai PBF (Pedagang Besar Farmasi). Melalui PBF inilah obat-obat yang dihasilkan oleh pabrik obat disalurkan ke jaringan-jaringan apotek dan toko obat yang berijin resmi.

Tidak hanya ke apotek dan toko obat saja, tetapi mereka juga bisa melakukan distribusi obat ke instalasi farmasi rumah sakit, puskesmas, maupun klinik-klinik.

Fungsi PBF selain sebagai distributor juga berfungsi melakukan pengadaan dan penyimpanan farmasi seperti obat, bahan obat, kosmetik, maupun obat tradisional.

Melalui apotek, toko obat, atau instalasi farmasi inilah pengguna atau konsumen bisa membeli obat secara langsung. Hanya saja ada beberapa jenis obat yang harus disertai dengan resep dokter, biasanya obat keras.

Baca juga: Arti kata logistik

Ruang Lingkup Distribusi

Kembali kepada fungsi distribusi di atas bahwasannya adalah untuk menyalurkan atau menyampaikan produk/jasa, maka ada beberapa kegiatan di dalam distribusi ini yaitu:

  1. Klasifikasi Barang

Barang-barang yang dibuat oleh produsen akan diklasifikasikan atau dikelompokkan berdasarkan jenis barang, tanggal produksi, ukuran barang, kualitas, ataupun mereknya. Atau bisa kombinasi di antara jenis tersebut. Tujuannya adalah untuk mempermudah saat akan menyalurkan barang-barang tersebut kepada pelanggan ataupun para agen-agen penjual.

  1. Pembelian Grosir

Maksudnya adalah jika distribusi dilakukan oleh pihak lain (Distributor) maka merekalah yang akan membeli barang dalam jumlah yang sangat besar untuk kemudian dapat dijual kembali kepada pelanggan langsung dalam bentuk eceran.

  1. Promosi Barang

Kegiatan yang lain adalah promosi barang. Beberapa distributor melakukan kegiatan promosi barang atau produk dari produsen kepada masyarakat. Hal ini lazim dilakukan dikarenakan umumnya para distributor ini lebih ‘mengenal’ para pengguna langsung dari produk atau jasa yang dijual.

Semoga pemahaman Anda mengenai fungsi distribusi menjadi lebih jelas setelah membaca penjelasan singkat di atas.

 

Baca juga artikel:  Inventory adalah sesuatu yang penting, benarkah?