5
Apr

Inilah Prosedur Cara Pengurusan Barang Tertahan Bea Cukai

Cara pengurusan barang tertahan bea cukai yaitu harus dengan mengikuti segala prosedur yang ada.

Tidak sedikit orang yang mengalami permasalahan barang yang tertahan di bea cukai.

Barang tersebut bisa meliputi barang bantuan luar negeri, barang yang diperbaiki di luar negeri, barang hibah atau barang yang dibeli melalui situs online yang berbasis di luar negeri pertama kali.

Dari banyaknya kasus tersebut, tidak jarang pula yang bertanya mengenai bagaimana cara pengurusan barang yang tertahan di bea cukai.

Informasi ini penting sekali untuk diketahui, supaya barang yang tertahan di bea cukai bisa diambil dan dimiliki.

Pada dasarnya, untuk bisa masuk dan dimiliki oleh warna negara, barang kiriman atau barang yang berasal dari luar negeri harus melalui proses atau tahap.

Baca juga: biaya pengiriman motor via kereta api

Proses tersebut dinamakan proses kepabeanan. Proses ini hanya bisa dilakukan oleh Pejabat Bea dan Cukai.

Prosedur proses ini akan dilaksanakan bukan pada saat barang tersebut tiba di negara tujuan, melainkan setelah dokumen kepabeanan berupa Surat Izin Pengeluaran Barang (PIBK) diperiksa.

Adapun pihak yang berhak mengajukan dokumen kepabeanan PIBK tersebut adalah jasa pengiriman barang, seperti PJT (Perusahaan Jasa Titipan) atau dokumen PP22a yang diajukan oleh petugas pos.

cara pengurusan barang tertahan bea cukai

Pengurusan Barang Penumpang yang Tertahan

Tiap-tiap jasa pengiriman memiliki kebijakan dan aturan sendiri, yaitu;

  1. Dokumen PP22a akan diterbitkan oleh Pejabat Bea dan Cukai maksimal 2 kerja. Namun aturan ini akan berlainan perlakuannya jika barang kiriman dari luar negeri tersebut harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari instansi yang terkait dengan barang tersebut.
  2. Selain barang kiriman yang wajib mendapatkan ijin dari instansi terkait, maka barang yang telah ditetapkan nilai pabeannya oleh Pejabat Bea dan Cukai akan mendapatkan surat terbit atau Surat Perintah Pengeluaran Barang (SPPB).
  3. Setelah memiliki Surat Perintah Pengeluaran Barang, maka tahap selanjutnya adalah Perusahaan jasa Titipan harus melakukan pembayaran melalui bank devisa persepsi dengan tenggat waktu minimal 3 kerja yang terhitung dari keluarnya Surat Perintah Pengeluaran Barang tersebut.

Baca juga: Kirim motor via kereta

Cara Pengurusan Barang Tertahan Bea Cukai

Untuk bisa mendatangkan barang dari luar negeri, prosedur-prosedur di atas memang harus dilalui sampai lolos.

Namun ada kalanya dalam suatu tahap atau proses terdapat kekurangan persyaratan, sehingga barang menjadi tertahan di bea cukai.

Oleh sebab itu, untuk bisa meloloskan barang tersebut dan agar bisa sampai ke tangan sang pemilik, maka harus dilakukan proses pengurusan.

Adapun langkah, prosedur dan cara pengurusan barang tertahan bea cukai adalah sebagai berikut;

1. Siapkan dokumen yang diminta oleh pihak bea cukai

Barang yang tertahan di bea cukai biasanya dikarenakan barang tersebut tidak sesuai, atau terdapat indikasi lain, seperti;

Jika ini Anda alami, maka cara pengurusan barang tertahan bea cukai adalah dengan menyiapkan atau melengkapi dokumen yang diminta.

  • Dokumen pembelian tidak ada
  • Barang tersebut merupakan barang yang dilarang

2. Bawa dan berikan kelengkapan dokumen tersebut ke kantor bea cukai atau bisa ke Pos/PJT. Intinya bawa berkas dokumen tersebut ke tempat dimana barang tersebut dilakukan pemeriksaan.

 

Demikianlah langkah dan prosedur cara pengurusan barang tertahan bea cukai. Pada dasarnya ada beberapa faktor kenapa barang tersebut menjadi tertahan.

Untuk bisa memprosesnya, Anda perlu mengetahui alasan apa barang Anda tertahan.

 

Baca Juga : Benarkan Kepabeanan dan Bea Cukai Tidak Dapat Dipisahkan Dari Dunia Bisnis Impor dan Ekspor?