Komunikasi yang efektif

Komunikasi yang efektif

mgt-logistik – Komunikasi yang efektif – Komunikasi yang efektif adalah komunikasi antara dua orang atau lebih dimana pesan yang dimaksud berhasil disampaikan, diterima dan dipahami.

Dengan kata lain, komunikasi dikatakan efektif ketika semua pihak (pengirim dan penerima) dalam komunikasi, memberikan makna yang sama pada pesan dan mendengarkan dengan seksama apa yang telah dikatakan dan membuat pengirim merasa didengar dan dipahami. Dalam konteks bisnis, komunikasi efektif jika informasi yang dibagikan di antara karyawan perusahaan berkontribusi terhadap kesuksesan komersial organisasi.

Komunikasi yang efektif tidak hanya mencakup cara Anda menggunakan kata-kata tetapi juga mencakup beberapa keterampilan lain seperti, komunikasi non-verbal, kemampuan untuk memahami emosi Anda sendiri serta orang lain dengan siapa Anda berkomunikasi, mendengarkan, kemampuan untuk berbicara dengan tegas, dan lain-lain.

Hambatan untuk Komunikasi yang Efektif

Ada beberapa hambatan untuk komunikasi yang efektif yang tercantum di bawah ini.

1.Hambatan Semantik

Hambatan Semantik mengacu pada kesalahpahaman antara pengirim dan penerima yang timbul karena arti yang berbeda dari kata-kata, dan simbol lain yang digunakan dalam komunikasi.

Hambatan semantik biasanya muncul ketika informasi tidak dalam bahasa yang sederhana dan mengandung kata-kata atau simbol yang memiliki banyak arti. Berikut ini adalah hambatan bahasa utama seperti ekspresi yang buruk, simbol atau kata dengan arti yang berbeda, terjemahan yang salah, asumsi yang tidak diklarifikasi, denotasi dan konotasi (Denotasi berarti arti harfiah dari kata tersebut, itu hanya menunjukkan nama objek dan tidak menyiratkan kualitas negatif atau positif. Sedangkan makna tersirat dari kata tersebut disebut konotasi yang membangkitkan reaksi pribadi dan penilaian kualitatif.), dan jargon atau istilah yang hanya dipakai oleh sekelompok orang seperti bahasa teknis dan lain-lain.

2.Hambatan Organisasi

Hambatan Organisasi mengacu pada hambatan dalam arus informasi di antara karyawan yang mungkin mengakibatkan kegagalan komersial suatu organisasi.

Hambatan Organisasi utama adalah aturan dan kebijakan organisasi, status atau jabatan hirarki dalam organisasi, fasilitas yang disediakan organisasi, dan struktur organisasi yang kompleks. Dengan demikian, komunikasi adalah faktor kunci dalam keberhasilan setiap perusahaan, dan komunikasi dikatakan efektif ketika karyawan berinteraksi satu sama lain sedemikian rupa sehingga menghasilkan peningkatan keseluruhan diri serta organisasi.

3.Hambatan Psikologis atau Emosional

Hambatan Psikologis atau Emosional mengacu pada keadaan psikologis yaitu Opini, sikap, kesadaran status, emosi, dll. dari seseorang yang sangat memengaruhi kemampuan berkomunikasi. Komunikasi sangat tergantung pada kondisi mental seseorang, jika orang tersebut tidak sehat secara mental atau emosional, maka dia tidak dapat berkomunikasi secara efektif baik sebagai pengirim maupun penerima.

Jenis utama Hambatan Psikologis atau Emosional adalah kurang perhatian, evaluasi yang terlalu cepat (premature), retensi yang buruk, kehilangan karena transminis (setiap kali pertukaran informasi menyerahkan kredibilitasnya berkurang), ketidakpercayaan, dan emosi.

4.Hambatan Pribadi

Hambatan Pribadi berkaitan dengan faktor-faktor yang bersifat pribadi bagi pengirim dan penerima dan bertindak sebagai penghalang dalam proses komunikasi. Faktor-faktor tersebut meliputi pengalaman hidup, emosi, sikap, perilaku yang menghambat kemampuan seseorang untuk berkomunikasi.

Hambatan pribadi yang paling umum adalah kurangnya keterampilan mendengarkan, perhatian yang selektif, kurangnya pengetahuan dan kurangnya kosa kata. Dalam konteks organisasi, baik atasan maupun bawahan memiliki hambatan pribadi yang menghambat mereka untuk berkomunikasi secara efektif. Hambatan tersebut adalah

  • Hambatan terkait dengan atasan dalam organisasi. Kurang percaya pada bawahan dan takut akan tantangan otoritas.
  • Hambatan yang terkait dengan bawahan dalam organisasi. Kurangnya insentif dan keengganan untuk berkomunikasi dengan para superior.

Jadi, ada beberapa faktor pribadi, yang bervariasi dari orang ke orang, sangat mempengaruhi komunikasi dan mungkin menghalangi tujuan komunikasi yang dimaksudkan.

Komunikasi yang efektif dalam organisasi memungkinkan karyawan untuk memperdalam hubungan mereka dengan orang lain dan meningkatkan kerja tim, pengambilan keputusan, dan kapasitas pemecahan masalah. Komunikasi adalah keterampilan yang dipelajari, dan seseorang dapat memperoleh spontanitas di dalamnya dengan mengerahkan upaya ekstra dan berpartisipasi dalam lebih banyak percakapan publik.

bona

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Proses Perencanaan Sumber Daya Manusia

Tue Jan 4 , 2022
Proses Perencanaan Sumber Daya Manusia