22
Feb

3 Jenis Reksadana Syariah adalah Pilihan Terbaik

3 Jenis Reksadana Syariah adalah Pilihan Terbaik-Ekonomi

Dalam dunia investasi, Reksadana Syariah adalah sebuah cara penanaman modal atau investasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun menggunakan prinsip Syariat Islam.

Investasi jenis ini banyak dipilih oleh masyarakat yang beragama Islam, karena sesuai dengan hukum yang mereka percaya.

Jika Anda seorang Muslim, pilihan ini menjadi pilihan terbaik untuk Anda pelajari, jika tertarik dalam hal Investasi.

Meskipun diberi nama Reksadana Syariah, namun ternyata hal ini tidak serta merta hanya merujuk pada satu hal saja.

Reksadana Syariah terdiri atas banyak jenis Reksadana.

Nah, agar Anda tidak kebingungan ketika ingin bergabung dalam investasi berbasis syariah, informasi berikut akan membantu Anda untuk memahaminya.

3 Jenis Reksadana Syariah :

1. Reksadana Syariah Saham.

Penanaman saham yang berbasis ilmu agama juga masuk dalam kategori Reksadana Syariah.

Efek Syariah yang digunakan di sini berlaku pada obligasi.

Para penanam modal akan diberikan bunga yang sebenarnya berbentuk kupon sebagai imbalan atas penanaman saham yang telah disetujui.

Reksadana jenis ini bisa menjadi rujukan Anda yang menginginkan penanaman modal, namun masih dalam aturan Islam.

Jadi, Anda tidak perlu khawatir, jika sistem investasi saham Anda tidak sesuai dengan Syariat Islam.

Jenis Reksadana ini, merupakan investasi yang minimal 80% dari Nilai Aktiva Bersih ke dalam bentuk Efek Syariah yang bersifat ekuitas.

Sebagian besar dana dari pemilik modal pada Reksadana ini dialokasikan ke pasar saham

2. Reksadana Syariah Terproteksi.

Terproteksi berarti dilindungi atau terlindungi.

Dalam hal ini, maksudnya Reksadana Syariah adalah adanya pembatasan nilai alokasi investasi yang dipasarkan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Efek syariahnya adalah berupa pendapatan tetap yang bersih.

Jenis ini bisa menjadi pilihan untuk Anda yang memang senang dengan kegiatan investasi namun dengan penerapan hukum Islam.

Jenis Reksadana ini merupakan investasi yang minimal 70 % dari Nilai Aktiva Bersih ke dalam bentuk Efek Syariah yang berpendapatan tetap.

Dan Nilai Aktiva Bersih yang telah diinvestasikan ke dalam bentuk Efek Ekuitas Syariah atau Sukuk yd diperjualbelikan di Bursa Efek Luar Negeri adalah maksimal 30 %

3. Reksadana Syariah berbasis Sukuk.

Reksadana ini memiliki nilai alokasi yang lebih besar daripada jenis Reksadana sebelumnya.

Sistem syariatnya ditunjukkan dengan surat syariah negara beserta surat surat berharga komersial yang juga berbasis Syariah.

Biasanya, para Manajer Investasi menempatkan Nilai Aktiva Bersih ke dalam komposisi Portfolio, minimal 85% yang dialokasikan ke dalam :

1. Sukuk dalam negeri, yang ditawarkan melalui penawaran umum.
2. Surat Berharga Syariah Negara.
3. Surat Berharga Komersial Syariah, dimana masa jatuh tempo lebih dari atau sama dengan 1 tahun.

Surat Berharga ini harus dimasukkan ke dalam kategori ’Layak Investasi”, serta dapat dimasukkan ke dalam Penitipan Kolektif pada lembaga-lembaga penyimpanan dan penyelesaian oleh penerbit surat berharga komersial Syariah.

Untuk konsep Reksadana berbasis Syariah yang sedikit lebih professional, mungkin pilihan ini menjadi salah satu pilihan terbaik.

Jika Anda tertarik untuk menanam Saham, Investasi dan sejenisnya untuk masa depan, Anda bisa memilih salah satu reksadana syariah di atas.

Karena bagaimanapun juga, Reksadana berbasis Syariah adalah pilihan terbaik bagi umat muslim yang ingin melakukan investasi.

 

Baca Artikel Lain : Pasar Persaingan Sempurna adalah yang Terbaik