6
Apr

Pengertian dan Cara Menghitung dengan Rumus DER Untuk Perusahaan

Rumus DER adalah kepanjangan dari rumus Debt to Equity Ratio. Rumus DER dalam Bahasa Indonesia juga disebut rasio hutang terhadap ekuitas atau rasio hutang modal.

DER digunakan untuk mengukur seberapa baik struktur investasi suatu perusahaan. Perusahaan wajib menghitung keuangan dengan detail dan teliti karena menyangkut pada perkembangan perusahaan itu sendiri.

Fungsi dari rumus DER bagi Perusahaan

DER mempunyai fungsi khusus di perusahaan terutama menyangkut keuangan. Dalam artian, menghitung DER dengan baik akan sangat bermanfaat untuk perusahaan.

Maju tidaknya perusahaan akan terlihat dari sini. Berikut beberapa fungsi dari DER atau debt to enquiry ratio yang bisa kamu ketahui:

  1. Untuk menilai posisi keuangan suatu perusahaan digunakan rumus DER

Kamu bisa melihat posisi keuangan melalui cara ini. Apakah perusahaan berkembang ataupun pailit bisa ditunjukkan dari posisi DER itu sendiri.

  1. Rasio ini juga bisa digunakan perusahaan untuk melunasi hutang

Rasio hutang sangat penting digunakan untuk memeriksa kesehatan keuangan. Jika debt to equity ratio meningkat maka akan berbahaya. Karena itu berarti perusahaan dibiayai oleh kreditor dan bukan merupakan biaya dari perusahaan itu sendiri.

Dalam hal ini biasanya pemberi kreditor akan memberikan biaya atau modal pada perusahaan yang memiliki tingkat DER yang rendah. Hal tersebut tentunya untuk menjamin keamanan dari kreditor itu sendiri.

Cara menghitung dengan rumus DER yang bisa kamu pelajari

rumus DER

Rasio hutang terhadap ekuitas dihitung dengan cara mengambil total kewajiban hutang dan membaginya dengan ekuitas. Hutang dan ekuitas mempunyai definisi yang berbeda. Berikut definisinya yang bisa kamu pelajari.

Hutang adalah suatu kewajiban yang harus dibayarkan secara tunai ke pihak lain dalam jangka waktu tertentu.

Berdasarkan jangka waktu pelunasannya hutang bisa diklasifikasikan menjadi kewajiban lancar, kewajiban jangka panjang dan kewajiban lain-lain.

Sedangkan ekuitas adalah hak atas aset atau aktiva perusahaan. Yang dimaksud dengan hak atas aset atau aktiva perusahaan adalah kekayaan bersih. Ekuitas terdiri dari setoran pemilik perusahaan dan sisa laba yang ditahan.

Jadi  Rumus DER mempunyai peranan penting pada perusahaan. Dengan mengetahui rumus DER maka akan terlihat sejauh mana perkembangan perusahaan.

 

Baca Juga: Rumus ROE dan Manfaatnya Yang Wajib Anda Ketahui Sebagai Investor