Wardah Produk Kosmetik Indonesia

Wardah Produk Kosmetik Indonesia

Wardah Produk Kosmetik Indonesia

mgt-logistik.com – Wardah Produk Kosmetik Indonesia – PT Paragon Technology and Innovation adalah salah satu perusahaan kecantikan di Indonesia yang didirikan oleh Nurhayati Subakat yang bermula dari produk sampo bermerek Putri yang diproduksi sendiri di rumah. Kemudian terus berkembang dan bertransformasi menjadi perusahaan kosmetik dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia melali merek Wardah, Make Over, Emina hingga Kahf.

Wardah Cosmetics yang lahir sebagai pelopor kosmetik halal pada tahun 1995 awalnya menggandeng pondok pesantren sebagai target pasar, namun penjualannnya tidak memuaskan karena daya beli pesantren tidak besar. Akhirnya dapat berkembang lebih baik dengan menggandeng distributor hingga membuat system pemasaran berbasis MLM.

Pada tahun 2009, dilakukan relaunching dan rebranding wardah dengan mengganti tagline ‘Kosmetika Suci dan Aman” menjadi “Wardah Inspiring Beauty” yang juga bertepatan dengan momentum hijabers yang sedang booming.

Seiring dengan perkembangan perusahaan, lahirlah Make Over pada tahun 2010. Pada tahun ini juga menggunakan nama perusahaan PT Paragon Technology and Innovation, menggantikan PT Pusaka Tradisi Ibu yang telah didirikan pada tahun 1985. Pada tahun 2015 mulai dipasarkan mereke Emina dan pada 2020 meluncurkan merek Kahf. Kahf adalah produk personal care halal untuk pria.

Saat ini Wardah memegang sekitar 30% pangsa pasar kosmetik bredasarkan data dari Nielsen pada tahun 2018.

Dalam perkembangannya peran Divisi Research & Development (R&D) sangat penting, dimana divisi ini mampu menghasilkan 200 produk baru setiap tahunnya. Peran generasi milenial dalam dinamika perusahaan sangat terasa, dimana 80-90% dari total 11.000 karyawannya adalah kaum generasi milenial. Generasi yang menurut Nurhayati adalah generasi innovator dan konseptor sehingga mampu terus memberikan peningkatan perusahaan di masa depan.

Dalam kontribusinya kepada masyarakat, perusahaan juga memenuhi tanggung jawab sosial perusahaan melalui empat pilar yang dimiliki yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan lingkungan. Salah satu kontibusi perusahaan dalam menangani pendemi Covid 19 adalah dengan menyumbangkan Rp.40 miliar dengan bentuk alat swab, mobil X-ray, ventilator dan beberapa perlengkapan kesehatan lain yang diberikan kepada beberapa rumah sakit diantaranya RS Persahabatan, RS Pelni dan RS Sulianti Saroso di Jakarta.   

bona

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Hubungan Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan

Fri Dec 3 , 2021
Hubungan Logistik dan Manajemen Rantai Pasokan