MGT Logistik – Setiap perusahaan, baik besar maupun kecil, pasti membutuhkan kas untuk mendukung operasional sehari-hari. Kas menjadi sumber daya utama yang sangat likuid dan mudah digunakan kapanpun dibutuhkan. Tidak hanya itu, kas juga menjadi tolok ukur utama dalam menilai kesehatan keuangan suatu perusahaan. Tanpa kas yang cukup, perusahaan akan kesulitan membayar kewajiban, menggaji karyawan, atau membeli bahan baku.
Namun, dalam laporan keuangan, kas tidak berdiri sendiri. Ada juga istilah “setara kas” yang sering muncul di neraca. Banyak yang masih bingung membedakan antara kas dan setara kas, padahal keduanya punya peran penting dalam menggambarkan posisi keuangan perusahaan secara akurat. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa lebih mudah membaca dan menganalisis laporan keuangan perusahaan, termasuk memahami tingkat likuiditasnya.

Melalui artikel ini, kamu akan mengenal lebih jauh tentang apa itu kas dan setara kas, kriteria yang membedakan keduanya, serta bagaimana cara penyajiannya di neraca. Pengetahuan ini sangat berguna, baik bagi pelaku bisnis, mahasiswa akuntansi, maupun siapa pun yang ingin memahami dunia keuangan lebih dalam.
Definisi Kas dan Setara Kas
Kas adalah aset paling likuid yang dimiliki perusahaan dan dapat digunakan secara langsung untuk transaksi harian. Contohnya meliputi uang tunai di tangan, saldo di rekening bank, serta cek yang belum dicairkan.
Sementara itu, setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat likuid dan mudah dikonversikan menjadi kas dalam waktu singkat, biasanya kurang dari tiga bulan sejak tanggal perolehannya. Setara kas juga memiliki risiko perubahan nilai yang sangat kecil. Contoh umum setara kas adalah deposito berjangka, sertifikat deposito, dan surat berharga yang jatuh tempo dalam waktu dekat.
Secara sederhana, kas dan setara kas adalah sumber daya perusahaan yang paling mudah dicairkan dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek. Keduanya menjadi komponen utama dalam perhitungan arus kas dan posisi keuangan suatu entitas.
Kriteria Kas dan Setara Kas
Agar suatu aset bisa dikategorikan sebagai kas atau setara kas, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Berikut penjelasannya:
1. Kas
- Likuiditas Tinggi
Kas harus benar-benar siap digunakan tanpa perlu menunggu waktu pencairan. - Bentuk Fisik atau Elektronik
Bisa berupa uang tunai di brankas, saldo rekening giro di bank, atau cek yang siap dicairkan. - Dapat Digunakan untuk Transaksi
Kas harus bisa langsung digunakan untuk membayar kewajiban atau membeli barang/jasa.
2. Setara Kas
- Investasi Jangka Pendek
Hanya investasi yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan yang dapat dikategorikan sebagai setara kas. - Tingkat Risiko Rendah
Risiko perubahan nilainya sangat kecil, sehingga hampir setara dengan kas. - Mudah Dikonversikan ke Kas
Aset tersebut harus mudah dan cepat dijual atau dicairkan menjadi kas tanpa kehilangan nilai signifikan.
Contoh Kas:
- Uang tunai di kasir atau brankas
- Saldo rekening bank (giro)
- Cek yang belum dicairkan
Contoh Setara Kas:
- Deposito berjangka dengan jatuh tempo kurang dari tiga bulan
- Sertifikat deposito
- Surat berharga negara yang jatuh tempo dalam waktu dekat
Penyajian Kas dan Setara Kas di Neraca
Dalam laporan keuangan, khususnya neraca, kas dan setara kas biasanya disajikan pada bagian paling atas dalam kelompok aset lancar. Penyajian ini menandakan bahwa kas dan setara kas adalah aset yang paling mudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas perusahaan.
Format penyajian di neraca biasanya seperti berikut:
NERACA
PT SUKSES MAJU
Per 31 Desember 2024
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas Rp 750.000.000
Piutang Usaha Rp 300.000.000
Persediaan Rp 200.000.000
…
Kas dan setara kas bisa dirinci lebih lanjut dalam catatan atas laporan keuangan, misalnya:
- Kas di tangan: Rp 50.000.000
- Kas di bank: Rp 400.000.000
- Deposito berjangka (jatuh tempo < 3 bulan): Rp 300.000.000
Penting untuk dicatat, hanya kas dan investasi yang sangat likuid (setara kas) yang disajikan pada pos ini. Investasi yang jatuh temponya lebih dari tiga bulan tidak bisa dimasukkan ke dalam setara kas, melainkan dicatat sebagai investasi jangka pendek atau aset lainnya.
Pentingnya Memahami Kas dan Setara Kas
Mengapa kas dan setara kas menjadi perhatian utama dalam analisis keuangan? Berikut beberapa alasannya:
- Menilai Likuiditas Perusahaan
Kas dan setara kas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Jika jumlah kas dan setara kas terlalu kecil, perusahaan berisiko gagal bayar (default) atas utang atau kewajiban lainnya.
- Mengukur Kesehatan Keuangan
Arus kas yang sehat menunjukkan perusahaan mampu mengelola dana masuk dan keluar dengan baik. Sebaliknya, kas yang menipis bisa menjadi tanda peringatan adanya masalah keuangan.
- Dasar Pengambilan Keputusan
Manajemen menggunakan informasi kas dan setara kas untuk menentukan strategi investasi, pembagian dividen, hingga rencana ekspansi usaha.
- Kepercayaan Investor dan Kreditur
Investor dan kreditur seringkali memeriksa saldo kas dan setara kas sebelum menanamkan modal atau memberikan pinjaman. Posisi kas yang kuat memberikan rasa aman bagi pihak eksternal.
Contoh Catatan atas Laporan Keuangan (Kas dan Setara Kas)
Agar semakin jelas, berikut contoh penjelasan kas dan setara kas dalam catatan atas laporan keuangan:
Catatan 1: Kas dan Setara Kas
Kas di tangan : Rp 20.000.000
Kas di bank : Rp 180.000.000
Deposito berjangka (< 3 bulan) : Rp 100.000.000
Jumlah Kas dan Setara Kas : Rp 300.000.000
Catatan ini berfungsi untuk memberikan rincian setiap komponen kas dan setara kas yang disajikan di neraca.
Kesimpulan
Kas dan setara kas adalah elemen penting dalam laporan keuangan yang menunjukkan tingkat likuiditas dan kesehatan keuangan perusahaan. Memahami definisi, kriteria, serta cara penyajiannya di neraca akan membantumu dalam menganalisis laporan keuangan maupun mengambil keputusan bisnis. Pastikan setiap transaksi kas tercatat dengan benar dan kelola kas serta setara kas dengan bijak agar perusahaan selalu siap menghadapi tantangan keuangan apa pun!
Meta Deskripsi
Kas dan setara kas: definisi, kriteria, serta cara penyajiannya di neraca. Pahami pentingnya bagi likuiditas dan kesehatan keuangan perusahaan!
Ketegori: Keuangan
